Berita Terbaru Pemilu di Filipina

Indonesian Radio 3 views
Filipina terbangun dengan fajar politik yang baru tetapi akrab pada Selasa (10/5/2022), setelah kemenangan pemilu oleh Ferdinand Marcos Jr.

Kemenangan Marcos itu membuka jalan bagi kembalinya dinasti politik paling terkenal ke kantor tertinggi negara itu.

Sejak sebelum fajar, para pemilih bermasker membentuk antrian panjang untuk memberikan suara mereka di 70.000 TPS di seluruh Filipina.

Sebelumnya dilaporkan bahwa putra mantan presiden Filipina ke-10, Ferdinand Marcos yang dianggap sebagai diktator oleh sebagian pihak, dipastikan akan menjadi presiden negara ini setelah meraih kemenangan dalam hitung cepat.

Salah satu calon Presiden Filipina, Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr unggul telak dalam quick count atau hitung cepat pemilihan presiden (Pilpres) pada Senin (8/5/2022).

Menurut AFP, berdasarkan penghitungan awal, jumlah suara untuk anak mantan diktator Ferdinand Marcos itu jauh di atas saingan terdekatnya, Wakil Presiden Leni Robredo.

Dengan lebih dari 90 persen surat suara diproses, Marcos Jr telah mengantongi hampir 30 juta suara, lebih dari dua kali lipat dari jumlah suara untuk Robredo yang merupakan mantan pengacara HAM.

Kemenangan Marcos Jr dalam pilpres Filipina diprediksi bakal membuat Manila semakin dekat dengan Beijing.

Walaupun demikian, Marcos Jr terus berpendapat bahwa permasalahan LCS ini dapat diselesaikan secara bilateral bersama China.

Mengutip The Diplomat, Marcos Jr sempat mengatakan bahwa ia bakal mengesampingkan putusan pengadilan arbitrase pada 2016 atas LCS dan bernegosiasi secara bilateral dengan China pada Januari lalu.

"Arbitrasi tersebut tidak lagi sebuah arbitrasi jika hanya ada satu pihak. Jadi, itu tak lagi sesuai bagi kami," kata Marcos.

Selain itu, ia mengatakan bahwa "kesepakatan bilateral adalah yang tersisa bagi kami."

Sekitar 400 orang Filipina menggelar protes di luar komisi pemilihan Filipina di Manila (RA)

Add Comments