Pidato Rahbar Memperingati Pekan Pertahanan Suci

Indonesian Radio 6 views
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pidato peringatan Pekan Pertahan Suci menyinggung kemenangan gemilang bangsa Iran dalam Perang Pertahanan Suci dan menegaskan bahwa Pertahanan Suci merupakan bagian dari identitas nasional Iran.

Dalam pidato yang disiarkan langsung televisi nasional Iran dan juga melalui konferensi video pada Senin (21/9/2020), Ayatullah Khamenei mengatakan, bangsa Iran di Perang Pertahanan Suci mampu melawan kekuatan Timur dan Barat, dan negara-negara bonekanya, bahkan mereka mencapai kemenangan dengan mulia.

 

Menurut Rahbar, rezim Saddam yang haus kekuasaan hanya sekedar alat bagi kekuatan-kekuatan besar dunia khususnya Amerika Serikat untuk mencapai tujuan dan kepentingannya.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan, pihak utama dalam pertempuran dan agresi terhadap Iran  adalah Amerika yang ingin menghancurkan Revolusi Islam, kekuatan yang takut atas munculnya identitas baru Islam-Iran di kawasan, NATO dan negara-negara Eropa Barat dan Timur, di mana mereka memprovokasi Saddam untuk menyerang Iran guna menghancurkan pemerintah dan menumbangkan Revolusi Islam.

 

"Tujuan utama musuh mengobarkan perang adalah menumbangkan pemerintahan Islam, menguasai kembali Iran dan memecah belah negara ini, namun mereka gagal menduduki wilayah Iran walaupun hanya sejengkal tanah, serta tidak mampu memaksa Republik Islam dan bangsa Iran mundur walaupun hanya selangkah," tegas Rahbar.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran lebih lanjut mengisyaratkan perilisan dokumen kesepakatan AS dan Saddam sebelum meletusnya perang, dan menjelaskan bahwa selama perang, bantuan militer, intelijen dan finansial Barat dan Timur kepada rezim Baath melalui Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Arab Saudi dan jalur lain terus berlanjut.

 

Di bagian lain pidatonya, Rahbar menekankan pentingnya memperhatikan upaya musuh untuk menyimpangkan realita Pertahanan Suci dan menyebutkan poin-poin dimensi menakjubkan dan besar fenomena ini.

 

Ayatullah Khamenei mengatakan, salah satu contoh investasi sumber daya manusia pada era Perang Pertahanan Suci adalah Syahid Qasem Soleimani yang melakukan langkah-langkah memukau di kawasan dan di bidang diplomasi serta sampai saat ini bangsa Iran tidak memiliki informasi yang cukup tentang aktivitas syahid ini.

 

Ayatullah Khamenei menuturkan, pada era Perang Pertahanan Suci, lawan asli Iran bukan Saddam Hussein atau Partai Baath, tapi negara adidaya dunia seperti AS, yang memberikan pukulan telak terhadap Revolusi Islam.

 

Rahbar menuturkan, bukti-bukti yang ditunjukkan kemudian, membuktikan bahwa sebelum perang, Saddam Hussein mencapai kesepakatan dengan Amerika, jika Irak memerangi Iran, sejumlah kapal kargo akan bersandar di pelabuhan Uni Emirat Arab, dan mengangkut peralatan tempur untuk Saddam Hussein.

 

Ayatullah Khamenei mengatakan, veteran dan pejuang, yang hari ini adalah hari penghormatan untuk mereka, merupakan orang-orang yang mengorbankan jiwa, dan ketenangan hidup diri, keluarga, ayah serta ibunya, dan dalam beberapa kasus, menutup mata atas masa depan, dan menggunakan semua kekayaannya untuk melawan musuh, karena mereka menyadari harus melawan musuh demi melindungi perbatasan dan Islam.

 

Rahbar menegaskan, para pejuang Islam telah membela kemuliaan nasional, dan kehormatan, sebagian dari mereka gugur, dan sebagian lainnya masih hidup untuk menyelesaikan tugas.  

 

Pada 21 September 1980 rezim Baath melancarkan serangan ke perbatasan Iran dengan lampu hijau AS yang bertujuan untuk menggulingkan Republik Islam yang masih belia.

 

Dari perspektif ini, periode 8 tahun pertahanan suci mengandung nilai-nilai luhur yang terus lestari hingga kini dan berperan sebagai pendukung kuat bagi bangsa Iran melawan konspirasi dan ancaman serangan musuh.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pidatonya Senin pagi menyinggung kemenangan brilian bangsa Iran dalam menghadapi serangan musuh. Rahbar juga menjelaskan urgensi perang pertahanan suci dengan menjabarkan fakta dan poin pentingnya.

 

Ayatullah Khamenei dalam analisis yang komprehensif dan tajam menunjukkan pentingnya perlawanan pada saat itu, yang memainkan peran penting dalam mengubah perimbangan kekuatan regional, sekaligus mengalahkan konspirasi besar melawan bangsa Iran.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa Pertahanan Suci diinvestasikan untuk negara dalam keadaan kritis saat itu. Selama periode ini, epos besar seperti pembebasan Khorramshahr dan daerah lainnya menunjukkan kekuatan nasional Iran.

 

Dalam perang yang dipaksakan ini, AS dan negara-negara Eropa menjadi pendukung utama rezim Baath Irak yang bertujuan untuk menggulingkan Republik Islam. Tidak diragukan lagi, salah satu capaian penting dari era pertahanan suci adalah terciptanya keamanan nasional.

 

Pertahanan Suci menunjukkan bahwa agresi terhadap Iran memiliki biaya yang besar. Di sisi lain, kemenangan ini mengubah perlawanan menjadi wacana baru dalam perimbangan kekuasaan regional.

 

Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei menyebut para pembela tempat suci sebagai contoh cemerlang dari kelanjutan berkah pertahanan suci dan kelanjutan semangat jihad generasi baru. Rahbar berkata, "Kehadiran serentak para pejuang dari berbagai negara seperti: Iran, Suriah, Irak, Lebanon dan Afghanistan dalam satu garis perjuangan sebagai fenomena menakjubkan di zaman kita sekarang ini,".

 

Era pertahanan suci dengan komponennya seperti solidaritas, otoritas dan perlawanan saat ini telah menjadi bagian dari identitas dan sejarah nasional Iran. Pidato Rahbar dalam hal ini menjadi pengingat akan poin sejarah yang penting tersebut.

 

Ayatullah Khamenei mengingatkan bagian dari sejarah politik Iran dan kekalahan yang menimpa Iran dalam perang dua abad terakhir, yaitu di era Qajar dan Pahlavi, dan bagian utara dan selatan negara itu yang  didominasi oleh agresor.

 

Beliau menekankan pentingnya titik balik sejarah Iran yang ditunjukkan dalam perang pertahanan suci, sebab dalam perang yang dipaksakan tersebut, Iran berhasil mengatasi ujian berat dan mampu melawan kekuatan adidaya Timur dan Barat yang berada di belakang Saddam.

 

Dari sudut pandang ini, era pertahanan suci merupakan sebuah cadangan berharga yang menunjukkan martabat bangsa Iran dalam melawan musuh. (RA)

Add Comments