Hingga Nafas Terakhir, Guru Iran Ini Mengajar Muridnya

Indonesian Radio 2 views
Seorang guru di Republik Islam Iran telah menjadi pahlawan wanita di antara masyarakat di negara ini. Maryam Arbabi dirawat di rumah sakit karena terinfeksi Virus Corona, COVID-19. Namun dia memutuskan untuk terus mengajar murid-muridnya. Dia meninggal beberapa hari kemudian di rumah sakit.

Maryam Arbabi, salah satu guru teladan, berkomitmen dan berdedikasi di kota Garmeh, Provinsi Khorasan Utara, tetap mengajar meski terbaring di ranjang rumah sakit. Namun dia kemudian meninggal dunia pada minggu kedua November 2020 setelah berhari-hari melawan COVID-19.

Arbabi telah mengajar selama 22 tahun di Sekolah Dasar di Kota Garmeh. Meskipun menderita sakit dan dirawat di unit perawatan intensif dan mengalami pernafasan akut, dia tidak berhenti mengajar para siswanya, bahkan saat-saat terakhir hidupnya.

Menurut Tehran Times, foto Arbabi di ranjang rumah sakit saat mengajar telah menjadi viral di kalangan pengguna media sosial di Iran akhir-akhir ini.

Semua sekolah dan pusat pendidikan di Iran ditutup pada akhir Februari 2020 karena pandemi Virus Corona. Kementerian Pendidikan Iran telah meluncurkan aplikasi seluler buatan sendiri pada 9 April 2020, yang disebut SHAD, yang menyediakan siswa dengan program pembelajaran jarak jauh.

Belajar secara online atau daring menjadi pilihan sementara bagi para siswa untuk tetap bisa melanjutkan studi mereka.

Gelombang ketiga pandemi COVID-19 di Iran mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Para pejabat memutuskan untuk meningkatkan batasan dan tetap memberlakukan belajar daring bagi para siswa.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Dokter Sima Sadat Lari mengumumkan bahwa pihaknya mencatat 13.352 kasus baru positif Virus Corona dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus saat ini di Iran mencapai 788.473 kasus, dan dari jumlah kasus baru itu, 3.079 orang dirawat di rumah sakit.

"Sayangnya 482 pasien meninggal dunia akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir sehingga total korban jiwa di Iran mencapai 42.461 orang," kata Sima Sadat Lari pada hari Selasa (17/11/2020)

Di menambahkan, sejauh ini 570.774 orang sudah sembuh dari Covid-19 dan meninggalkan rumah sakit.

"Sampai hari ini Iran telah memeriksa 5.586.141 spesimen terkait Covid-19," pungkasnya. (RA)

Add Comments