Delapan Vaksin COVID-19 Buatan Iran Masuk Daftar WHO

Indonesian Radio 3 views
Delapan vaksin yang diformulasikan secara lokal oleh para ahli Republik Islam Iran untuk melawan Virus Corona, COVID-19 telah masuk ke dalam daftar 48 calon vaksin yang menjanjikan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal itu disampaikan juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran Kianush Jahanpur dalam tweetnya pada hari Jumat (13/11/2020).

Peneliti dan ilmuwan Iran, bersama dengan peneliti dan ilmuwan seluruh dunia, berlomba untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif yang bertujuan menghentikan penyebaran COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan bahwa 12 tim yang terdiri dari para peneliti dan ilmuwan Iran telah bekerja keras dengan tetap mematuhi standar internasional dan pedoman WHO untuk membuat vaksin COVID-19. Empat dari mereka telah melaporkan hasil yang menjanjikan dalam tes pada hewan.

Menurut Namaki, Iran berharap untuk memulai uji coba tiga vaksin pada manusia dalam beberapa minggu mendatang, dan telah memberi tahu WHO tentang pencapaiannya.

Sejalan dengan upaya pengembangan vaksin buatan sendiri, pemerintah Iran mengumumkan rencananya untuk membeli vaksin versi asing yang lolos uji keamanan dan efisiensi.

Virus Corona menyebar ke Iran sejak akhir Februari 2020. Gelombang ketiga pandemi COVID-19 di Iran mencapai titik tertinggi sepanjang masa.  

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Dokter Sima Sadat Lari mengumumkan bahwa pihaknya mencatat 13.352 kasus baru positif Virus Corona dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus saat ini di Iran mencapai 788.473 kasus, dan dari jumlah kasus baru itu, 3.079 orang dirawat di rumah sakit.

"Sayangnya 482 pasien meninggal dunia akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir sehingga total korban jiwa di Iran mencapai 42.461 orang," kata Sima Sadat Lari pada hari Selasa (17/11/2020)

Di menambahkan, sejauh ini 570.774 orang sudah sembuh dari Covid-19 dan meninggalkan rumah sakit.

"Sampai hari ini Iran telah memeriksa 5.586.141 spesimen terkait Covid-19," pungkasnya. (RA)

Add Comments