Baru-baru Ini, Trump Ingin Serang Instalasi Nuklir Iran

Indonesian Radio 2 views
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertanya kepada para asistennya tentang kemungkinan menyerang fasilitas nuklir Iran. Pertanyaan itu dilontarkan Trump dua bulan sebelum dia akan meninggalkan Gedung Putih karena kekalahannya dalam pemilu presiden 2020 melawan penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Menurut The New York Times, Senin (17/11/2020), selama pertemuan di Oval Office, beberapa waktu lalu, Trump bertanya kepada beberapa pembantu utama, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan ketua Kepala Gabungan, Jenderal Mark Milley tentang ada tidaknya opsi baginya untuk mengambil tindakan terhadap situs nuklir utama Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Para pejabat senior itu sontak menghalangi presiden untuk bergerak maju dengan serangan militer. Mereka memperingatkannya bahwa serangan semacam itu dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas pada minggu-minggu terakhir masa kepresidenannya.

Trump dilaporkan meminta pembantunya untuk opsi setelah laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa Iran terus menimbun uranium yang diperkaya rendah di atas batas yang ditetapkan oleh perjanjian JCPOA yang ditandatangani pada 2015.

AS telah menarik diri dari perjanjian nuklir JCPOA pada 2018 diikuti dengan penerapan kembali seluruh sanksi secara sepihak terhadap Iran. Menurut laporan tersebut, target yang paling mungkin dari serangan semacam itu yakni pabrik bahan bakar nuklir utama negara itu di Natanz, Iran tengah.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei mengatakan setiap tindakan militer akan ditanggapi dengan tanggapan yang menghancurkan.

"Tanggapan ringkas kami selalu bahwa setiap tindakan terhadap rakyat Iran akan ditanggapi dengan tanggapan yang menghancurkan," kata Rabiei pada konferensi pers, Selasa (17/11). (RA)

Add Comments